14
286

Niat Puasa Ganti Ramadhan karena Haid

Mengganti puasa, atau yang biasa dikenal juga dengan meng-qadla puasa adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, baik itu disengaja ataupun karena adanya halangan tertentu.

Pun demikian, Islam sudah mengatur secara gamblang mengenai orang-orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan, orang-orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan, orang-orang yang wajib mengganti puasa Ramadhan dengan berpuasa di lain hari serta orang-orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan dan untuk menggantinya cukup dengan membayar fidyah saja..

Niat untuk Mengganti Hutang Puasa Ramadhan karena Haid

Diantara orang-orang yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa Ramadhan adalah wanita yang sedang haid. Bukan hanya diperbolehkan saja, wanita yang sedang haid bahkan dilarang untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Barulah setelah masa haidnya selesai, wanita itu bisa melanjutkan kembali puasanya.

Namun, wanita yang haid tersebut wajib mengganti semua puasa yang telah ditinggalkannya begitu bulan Ramadhan selesai. Para ulama telah bersepakat akan hal ini bahwa siapa saja yang memiliki hutang puasa Ramadhan, termasuk wanita haid wajib mengganti hutang puasa tersebut sebelum tiba bulan Ramadhan yang berikutnya.

Artinya adalah batas maksimal membayar hutang puasa tersebut adalah bulan Sya’ban. Tetapi, sangat dianjurkan agar wanita yang bersangkutan mengganti hutang puasanya jauh-jauh hari bahkan sebelum bulan Sya’ban tiba, jika memang memungkinkan. Adapun sebaik-baiknya mengganti puasa Ramadhan ialah setelah hari raya idul fitri.

Sama seperti ketika melaksanakan puasa Ramadhan, ketika wanita hendak mengganti hutang puasa yang ditinggalkannya juga harus mengucapkan niat. Lafadz niat puasa ganti Ramadhan ini sedikit berbeda dengan lafadz niat yang untuk puasa di bulan Ramadhan, yakni sebagai berikut:

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADLAAIN FARDHO ROMADHOONA LILLAHI TA’ALA

Artinya: saya berniat puasa esok hari karena mengganti fardlu Ramadhan karena Allah Ta’ala

Ketentuan Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid

Ketika seorang wanita hendak mengganti hutang puasa Ramadhan yang telah ditinggalkannya akibat ‘tamu bulanan’ tersebut, maka perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang ada di bawah ini:

  1. Mengganti hutang puasa Ramadhan secara berturut-turut hukumnya adalah sunnah dan memang sangat dianjurkan

  2. Mengganti hutang puasa Ramadhan tidak boleh dilakukan saat hari-hari yang dilarang untuk berpuasa. Adapun hari-hari tersebut adalah hari raya idul adha, hari tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 setelah hari raya idul adha), hari raya idul fitri serta hari jum’at. Mengganti puasa di hari Jum’at sebenarnya diperbolehkan asalkan digabung dengan hari lain, bisa hari Kamis-nya ataupun hari Sabtu-nya

  3. Niat mengganti puasa Ramadhan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya cukup diucapkan di dalam hati saja. Adapun membaca niat secara jelas di lisan tidak disyaratkan

  4. Niat harus sesuai dengan tujuan pelaksanaannya. Artinya adalah karena dalam hal ini puasa dilakukan untuk meng-qadla atau mengganti puasa Ramadhan sebelumnya, maka niatnya juga harus meng-qadla puasa tersebut

  5. Niat tersebut harus diucapkan di malam hari, yakni sebelum matahari terbit. Berdasarkan pada pendapat beberapa ulama, niat meng-qadla atau mengganti ini perlu diucapkan setiap malam.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply